Selasa, 06 September 2011

Tugas Kimia Makala Minyak Bumi


Kelas : X-1
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,
karena berkat limpahan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah ini.
Selain untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran kimia, tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai pengetahuan tentang salah satu sumber daya alam di dunia, yaitu minyak bumi.
Terakhir, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan lebih dan dapat membantu kita dalam pembelajaran kimia.
Depok, Maret 2009
Tim Penulis



Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Yang melatarbelakangi dibuatnya makalah dan penelitian ini di samping untuk memenuhi tugas dalam mata pelajaran Pengetahuan Lingkungan Hidup (PLH) adalah kesadaran kami tentang pemanfaatan minyak mentah di Indonesia, bahkan di dunia tak lagi bisa semaksimal dulu. Keadaan ini tak sebanding dengan permintaan yang semakin bertambah.
I.2 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah dan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan energi altenatif untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar di dunia khususnya di Indonesia.
Percobaan ini sengaja kami lakukan hingga tiga kali dengan jumlah bahan yang berbeda untuk keakuratan minyak dan mengetahui apa-apa saja yang mempengaruhinya
I.3 Metode Penelitian
Metode yang kami gunakan untuk membuat penelitian ini adalah dengan mencari data dari berbagai sumber dan melakukan eksperimen untuk mengujinya.

Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.
Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini

Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petrolium yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak bensin (gasoline), minyak disel, minyak tanah (kerosene). Kilang minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang sangat besar.


                   Proses Operasi di dalam Kilang Minyak

Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa Hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.
Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
·      Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di kolom distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
·      Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
·      Dekomposisi dengan cara perengkahan termal dan katalis (thermal and catalytic cracking)
·      Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi
·      Alterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
·      Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
·      Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
·      Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.


                   Proses Distilasi

Tahap awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vaccum. Di kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan (seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar), minyak bakar (gas oil), dan residu. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya.
Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap ke atas. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang lebih atas.
Fraksi-fraksi hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproses lebih lanjut di unit-unit proses yang lain, seperti: Fluid Catalytic Cracker, dll.



















                   Produk-produk Kilang Minyak


Produk-produk utama kilang minyak adalah:
·      Minyak Bensin (gasoline). Minyak bensin merupakan produk terpenting dan terbesar dari kilang minyak.
·      Minyak tanah (kerosene)
·      LPG (Liquified Petroleum Gas)
·      Minyak distilat (distillate fuel)
·      Minyak Residu (residual fuel)
·      Kokas (coke) dan aspal
·      Bahan-bahan kimia pelarut (solvent)
·      Bahan baku petrokimia
·      Minyak Pelumas

               Minyak bumi

               Minyak bumi (bahasa inggris: petroleum, dari bahasa latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hirdrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.



 

Komposisi

Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan- CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih.
 Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline) berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari ,lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
·      Minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
·      Minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
·      minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
·      minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
·      kerosene: 150 - 250 °C (bahan bakar mesin jet)
·      minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
·      minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
·      sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Kegunaan
Di Indonesia, minyak bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar minyak atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era industrialisasi.
Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:
·      Minyak tanah rumah tangga
·      Minyak tanah industri
·      Pertamax
·      Pertamax Plus
·      Premium
·      Bio Premium
·      Bio Solar
·      Pertamina Dex
·      Solar transportasi
·      Solar industri
·      MInyak diesel
·      Minyak bakar
Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.
(Diurutkan berdasar jumlah produksi tahun 2006) dan total produksinya dalam juta barrel per hari
1.     Arab Saudi - 10,665
2.     Rusia - 9,667
3.     Amerika Serikat - 8,331
4.     Iran - 4,148
5.     Republik Rakyat Cina - 3,858
6.     Meksiko - 3,707
7.     Kanada - 3,288
8.     Uni Emirat Arab - 3,0
9.     Venezuela - 2,803
10.                        Norwegia - 2,786
11.                         Kuwait - 2,675
12.                         Nigeria - 2,443
13.                         Brasil - 2,166
14.                         Aljazair - 2,122
15.                         Irak - 2,008
(Diurutkan berdasar jumlah yang diekspor di 2006) dan total ekspor dalam juta barrel per hari
·      Arab Saudi - 8,651
·       Rusia - 6,565
·       Norwegia - 2,524
·       Iran - 2,519
·       Uni Emirat Arab - 2,515
·       Venezuela - 2,203
·       Kuwait - 2,150
·       Nigeria - 2,146
·       Aljazair - 1,847
·       Meksiko - 1,676
·       Libya - 1,525
·       Irak - 1,438
·       Angola - 1,365
·       Kazakhstan - 1,114
·       Kanada - 1,071
Catatan:
1 Total produksi termasuk minyak mentah, gas alam, kondesat dan cairan lainnya.
2 Amerika Serikat mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.
3 Yang dicetak tebal adalah negara-negara anggota
OPEC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar