Kelas
: X-1
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,
karena
berkat limpahan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah ini.
Selain
untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran kimia, tujuan dibuatnya makalah ini
adalah sebagai pengetahuan tentang salah satu sumber daya alam di dunia, yaitu
minyak bumi.
Terakhir,
kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan
lebih dan dapat membantu kita dalam pembelajaran kimia.
Depok, Maret 2009
Tim Penulis
Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Yang
melatarbelakangi dibuatnya makalah dan penelitian ini di samping untuk memenuhi
tugas dalam mata pelajaran Pengetahuan Lingkungan Hidup (PLH) adalah kesadaran
kami tentang pemanfaatan minyak mentah di Indonesia, bahkan di dunia tak lagi
bisa semaksimal dulu. Keadaan ini tak sebanding dengan permintaan yang semakin
bertambah.
I.2
Tujuan
Tujuan
dibuatnya makalah dan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan energi altenatif
untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar di dunia khususnya di Indonesia.
Percobaan
ini sengaja kami lakukan hingga tiga kali dengan jumlah bahan yang berbeda
untuk keakuratan minyak dan mengetahui apa-apa saja yang mempengaruhinya
I.3
Metode Penelitian
Metode
yang kami gunakan untuk membuat penelitian ini adalah dengan mencari data dari
berbagai sumber dan melakukan eksperimen untuk mengujinya.
Eksplorasi
atau pencarian minyak bumi merupakan
suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu
eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang
menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian
hidrokarbon tersebut.
Perlu
diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau,
namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Ilustrasinya
seperti gambar di bawah ini
Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petrolium
yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku
bagi industri
petrokimia.
Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak
bensin (gasoline), minyak disel,
minyak tanah (kerosene). Kilang
minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis
peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga
membutuhkan biaya yang sangat besar.
Proses Operasi di dalam Kilang Minyak
Minyak
mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak
begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah
tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak
mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai
senyawa Hidrokarbon. Di dalam kilang minyak
tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan
mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.
Secara
garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan
menjadi 5 bagian, yaitu:
·
Proses
Distilasi, yaitu proses penyulingan
berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di kolom
distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
·
Proses
Konversi,
yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk
dalam proses ini adalah:
·
Dekomposisi dengan cara perengkahan
termal dan katalis (thermal and catalytic
cracking)
·
Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi
·
Alterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
·
Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi
hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
·
Formulasi dan Pencampuran (Blending),
yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif
untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
·
Proses-proses lainnya, antara lain meliputi:
pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan,
proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung
lainnya.
Proses Distilasi
Tahap
awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung
di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vaccum. Di kedua unit proses ini
minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan
(seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar),
minyak bakar (gas oil), dan residu. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada
titik didihnya.
Kolom
distilasi berupa bejana
tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat
tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap
ke atas. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara
fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang
lebih atas.
Fraksi-fraksi
hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproses lebih lanjut
di unit-unit proses yang lain, seperti: Fluid Catalytic Cracker,
dll.
Produk-produk Kilang Minyak
Produk-produk
utama kilang minyak adalah:
·
Minyak Bensin
(gasoline). Minyak bensin merupakan
produk terpenting dan terbesar dari kilang minyak.
·
Minyak tanah (kerosene)
·
LPG (Liquified Petroleum Gas)
·
Minyak
distilat (distillate fuel)
·
Minyak
Residu (residual fuel)
·
Kokas (coke) dan aspal
·
Bahan-bahan kimia pelarut (solvent)
·
Bahan baku petrokimia
·
Minyak Pelumas
Minyak bumi
Minyak bumi (bahasa inggris: petroleum,
dari bahasa latin petrus – karang dan oleum –
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam,
adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang
berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari
berbagai hirdrokarbon, sebagian
besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan,
komposisi, dan kemurniannya.
Komposisi
Komponen
kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah
lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal,
dll.
Minyak
bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat
alkana
teringan- CH4 (metana),
C2H6 (etana),
C3H8 (propana),
dan C4H10 (butana)
- semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C,
-42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan
+31.1° F).
Rantai
dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih.
Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut,
cairan pencuci kering (dry clean),
dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin.
Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10
Minyak
pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline)
berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai
di atas C20 berwujud padat, dimulai dari ,lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik
pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
·
Minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan
sebagai pelarut)
·
Minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan
bakar mobil)
·
minyak
berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
·
minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan
bahan bakar untuk rumah tangga)
·
kerosene: 150 - 250 °C (bahan bakar mesin jet)
·
minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
·
minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
·
sisanya: tar, aspal, bahan bakar
residu
Beberapa
ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak
berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara
alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Kegunaan
Di Indonesia, minyak bumi yang diolah
banyak digunakan sebagai Bahan bakar
minyak atau BBM, yang merupakan
salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era
industrialisasi.
Ada
beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:
·
Minyak tanah rumah tangga
·
Minyak
tanah industri
·
Pertamax
·
Pertamax Plus
·
Premium
·
Bio Premium
·
Bio Solar
·
Pertamina Dex
·
Solar transportasi
·
Solar
industri
·
MInyak diesel
·
Minyak bakar
Di
Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah
yang ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut
dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat
dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan
tersebut sering memicu terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya
seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang
masyarakat.
(Diurutkan
berdasar jumlah produksi tahun 2006) dan total produksinya dalam juta barrel per hari
(Diurutkan
berdasar jumlah yang diekspor di 2006)
dan total ekspor dalam juta barrel per
hari
Catatan:
1 Total produksi termasuk minyak mentah, gas
alam, kondesat dan cairan lainnya.
2 Amerika Serikat
mengkonsumsi seluruh minyak yang diproduksinya.
3 Yang dicetak tebal adalah negara-negara anggota OPEC.